Assalamu'alaikum, salam sejahtera untuk kita semua..
Kawan-kawan tahu, hal yang paling melelahkan dan membosankan adalah "menunggu". Menunggu apapun itu, yang namanya menunggu ya tetap menunggu. Artinya apapun yang kita tunggu walaupun hal itu adalah yang terpenting sekalipun, tentunya akan membosankan dan juga melelahkan.
Apakah kalian tahu tips supaya kita tidak merasa bosan dan lelah saat menunggu ?
Senin, 27 April 2015
Analisis Jurnal 2
- Judul : TOTAL QUALITY SCHOOL CHARACTERISTICS: STUDIES IN
PRIVATE AND STATE ELEMENTARY SCHOOLS
- Penulis : Supramono
Selasa, 21 April 2015
Ilmu Tafsir
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sebagai
petunjuk bagi seluruh umat manusia di segala zaman dan seantero dunia, maka
sudah barang tentu isi Al-Qur’an tersebut harus dipahami dan diamalkan, demi
mencapai tingkat dan kualitas ibadah yang baik dan mendapat ridha Allah.[1] Untuk
tujuan inilah, kajian tafsir Al-Qur’an sangat dibutuhkan guna mengetahui maksud
firman-firman Allah baik itu berupa perintah maupun larangan yang telah Ia
tetapkan bagi hamba-Nya, dan untuk menemukan serta memahami petunjuk Allah di
bidang aqidah, akhlak, dan ibadah.
Dalam makalah
ini, penulis akan membahas berbagai aspek mengenai tafsir. Seperti definisi
dari tafsir baik secara etimologis dan terminologis. Kemudian, sejarah
perkembangan ilmu tafsir yang dimulai dari zaman Nabi, Sahabat, dan Tabi’in
hingga sekarang ini. Selain itu, juga akan dibahas mengenai bentuk dan metode
tafsir, perbedaan antara tafsir dan ta’wil, serta manfaat dari tafsir dan ilmu
tafsir.Hal-hal tersebut diatas akan dibahas di dalam makalah ini secara ringkas
dan berdasarkan sumber-sumber yang ada.
Manajemen Pendidikan Islam
Manajemen Pendidikan Islam
1.
Manajemen
Pendidikan Islam menurut Ramayulis dan Hasan Langgulung
·
Manajemen
Pendidikan Islam menurut Ramayulis
Menurut
Ramayulis Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam
dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadis melalui kegiatan
bimbingan pengajaran latihan serta penggunaan pengalaman.
Ramayulis
menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini
merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al
Qur’an seperti firman Allah SWT :
Artinya
: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya
dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Dengan
demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimana
dinyatakan Ramayulis adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki
(umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun
lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara
efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan
baik di dunia maupun di akhirat.
UU No 20 Tahun 2003 Pasal 45 ayat 1
UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, BAB XII
Sarana dan Prasarana Pendidikan Pasal 45 Ayat 1
“Setiap satuan pendidikan formal
dan nonformal menyediakan sarana dan
prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan
kejiwaan peserta didik”
Penafsiran
Dari bunyi pasal 45 Ayat 1, dapat kita pahami bahwa setiap satuan
pendidikan baik itu formal ( seperti SD, SMP, SMA, PT dan lain-lain ) maupun
nonformal ( seperti lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim dan
lain-lain ) menyediakan sarana prasarana untuk memenuhi keperluan pendidikan.
Sarana dan prasarana tersebut bisa berupa ruangan belajar, tempat ibadah, atau
alat-alat pendukung pembelajaran- seperti white board, spidol, laptop, LCD
Proyektor dan lain-lain-.
Secara kontekstual bisa dipahami bahwa penyedia sarana dan
prasarana tersebut adalah satuan pendidikan itu sendiri. Akan tetapi, dana yang
digunakan untuk menyediakan sarana dan prasarana tersebut, bisa berasal dari
pemerintah maupun masyarakat. Untuk jenjang sekolah dasar ( SD dan SMP ) dana
yang digunakan untuk sarana dan prasarana berasal dari pemerintah. Sedangkan
sekolah menengah dan tinggi dana untuk sarana dan prasarana berasal dari satuan
pendidikan itu sendiri yang biasanya dari uang SPP, ekstrakurikuler,
masyarakat, organisasi, dan pengajuan proposal kepada pemerintah.
Sejarah Pendidikan Islam
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kedatangan
bangsa barat memang telah membawa kemauan teknologi, tetapi kemajuan teknologi
tersebut bukan dinikmati penduduk pribumi. Tujuan mereka hanyalah untuk
meningkatkan hasil penjajahannya. Begitu pula halnya dengan pendidikan, mereka
telah memperkenalkan sistem dan metodologi baru, dan tentu saja lebih efektif.
Namun, semua itu dilakukan sekedar untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang dapat
membantu segala kepentingan penjajah dengan imbalan yang murah sekali dibandingkan
dengan jika mereka harus mendatangkan tenaga
dari barat.[1]
Kenyataannya,
Belanda sebagai penjajah benar-benar mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya,
dengan memeras tenaga, sumber alam, dan sebagainya, sementara di pihak lain
juga diadakan semacam pembodohan terhadap penduduk pribumi. Karena itu, Belanda
tidak seperti Inggris dan Jepang. Meskipun Inggris kolonialis, mereka tidak
mengesampingkan kemajuan pendidikan masyarakat pribumi. Hal ini dapat dilihat
dari beberapa negara jajahan Inggris, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong.[2]
Adapun yang
mereka sebut pembaharuan pendidikan adalah westernisasi dan kristenisasi, yaitu
kepentingan Barat dan Nasrani. Dua motif inilah yang mewarnai kebjaksanaan
pemerintah Hindia Belanda di Indonesia yang berlangsung selama 3,5 abad.[3]
Langganan:
Postingan (Atom)
