Sabtu, 01 Oktober 2016

Satu Detik Berjuta Cerita

Satu Detik Berjuta Cerita,
     Entah darimana kata-kata ini berasal, apakah bisa disebut sebagai kata mutiara atau hanya kumpulan kata-kata tanpa makna. Kalimat ini muncul tiba-tiba di pagi hari tadi, saat pemandangan tidak mengenakkan ada di depan mata. Bagaimana tidak, aku melihat seseorang berlumuran darah dan dikerubuti banyak orang. Bukan hanya itu aku juga melihat sepeda motor orang tersebut tergeletak hancur bak dijatuhkan dari ketinggian. Apakah orang itu mengalami kecelakaan dengan motornya? tidak, Apakah dia korban tabrak lari? tidak juga. Lalu? Awalnya juga sempat membuatku bingung, tapi pada akhirnya aku paham akan apa yang terjadi.

Selasa, 27 September 2016

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA HINDIA BELANDA



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kedatangan bangsa barat memang telah membawa kemauan teknologi, tetapi kemajuan teknologi tersebut bukan dinikmati penduduk pribumi. Tujuan mereka hanyalah untuk meningkatkan hasil penjajahannya. Begitu pula halnya dengan pendidikan, mereka telah memperkenalkan sistem dan metodologi baru, dan tentu saja lebih efektif. Namun, semua itu dilakukan sekedar untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang dapat membantu segala kepentingan penjajah dengan imbalan yang murah sekali dibandingkan dengan jika mereka harus mendatangkan tenaga dari barat.[1]

Makalah Filsafat Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Filsafat merupakan induk dari berbagai macam ilmu sehingga disebut sebagai “Mother of Knowledge”. Oleh sebab itu filsafat memiliki berbagai macam cabang, diantaranya yaitu filsafat ilmu, filsafat islam, filsafat pancasila, dan filsafat pendidikan. Setiap cabang-cabang filsafat tersebut memiliki aliran-aliran tersendiri. Seperti filsafat pendidikan khususnya filsafat pendidikan islam memiliki aliran-aliran diantaranya, aliran filsafat Illuminasionistik dan aliran filsafat Peripatetik.

Minggu, 28 Februari 2016

Drama Si Muka Dua

 DRAMA SI MUKA DUA

Kali ini aku akan bercerita mengenai “muka dua”. Di depan sang majikan ia seperti orang terbaik yang pernah ada, orang yang selalu ingin memperbaiki diri. Akan tetapi di belakang sang majikan ? who know’s, ternyata ia adalah orang terburuk yang pernah ada. Aku benci orang seperti itu, amat sangat benci. Ada beberapa orang yang seprti itu di sini dan sialnya akulah yang menjadi penonton akan semua drama itu. Aku hanya diam mengamati dan menebak-nebak apa akhir dari drama itu. Sejauh yang aku tonton, sang majikan masih belum tahu bahkan terkesan sangat percaya dengan si muka dua. Sebenarnya aku bosan, namun sayang aku diharuskan menonton drama itu. Karena ini bukanlah sekedar drama yang bisa diskip ketika sang penonton bosan. Ini adalah drama kehidupan di depan mata, yang apabila aku tak ingin menontonnya maka aku harus menutup mata. Padahal aku tak bisa apa-apa ketika mata tertutup, sungguh sangat disayangkan.