Selasa, 02 Juni 2015

Video Kel.3



Kelompok 3                 :
Pembuat naskah           : Febrina Chaerani
Editor                           : Anifatul Mushlikhah
Kameramen                  : 1. Febrina Chaerani
  2. Lya Herdia Ningtyas
Pemeran                       : Anifatul Mushlikhah sebagai Ani
  Lya Herdia Ningtyas sebagai Lia
              Nur Lailah Udin sebagai Ilha
  Febrina Chaerani sebagai Febri





DRAKOR DENGAN DUNIA PENDIDIKAN ?

Perpustakaan Universitas Muhammdiyah Yogyakarta tampak sepi. Entah karena para mahasiswa sedang mengikuti mata kuliah masing-masing, atau memang mereka tengah malas untuk sekedar menjenguk buku-buku usang di rak-rak perpustakaan yang menjulang tinggi. Meskipun sepi, bukan berarti tidak ada sama sekali mahasiswa yang berkunjung. Di salah satu sudut perpustakaan tampak seorang mahasiswi tengah sibuk dengan laptop di hadapannya ditemani buku-buku yang menggunung di sampingnya.
Apa yang sedang ia lakukan ? Mengerjakan tugas ? jawabannya tidak. Lalu, praktik SPSS ? apalagi itu, tentu saja tidak. Jadi.......

Senin, 27 April 2015

Tips Mengatasi Bosan & Lelah Saat Menunggu

Assalamu'alaikum, salam sejahtera untuk kita semua..
Kawan-kawan tahu, hal yang paling melelahkan dan membosankan adalah "menunggu". Menunggu apapun itu, yang namanya menunggu ya tetap menunggu. Artinya apapun yang kita tunggu walaupun hal itu adalah yang terpenting sekalipun, tentunya akan membosankan dan juga melelahkan.
Apakah kalian tahu tips supaya kita tidak merasa bosan dan lelah saat menunggu ?

Analisis Jurnal 2


  1. Judul : TOTAL QUALITY SCHOOL CHARACTERISTICS: STUDIES IN PRIVATE AND STATE ELEMENTARY SCHOOLS
  2. Penulis : Supramono

Analisis Jurnal 1


  1. Judul : KONTRIBUSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN SISTEM INFORMASIKEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU
  2. Penulis  : Atep Yogaswara 

Selasa, 21 April 2015

Ilmu Tafsir



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia di segala zaman dan seantero dunia, maka sudah barang tentu isi Al-Qur’an tersebut harus dipahami dan diamalkan, demi mencapai tingkat dan kualitas ibadah yang baik dan mendapat ridha Allah.[1] Untuk tujuan inilah, kajian tafsir Al-Qur’an sangat dibutuhkan guna mengetahui maksud firman-firman Allah baik itu berupa perintah maupun larangan yang telah Ia tetapkan bagi hamba-Nya, dan untuk menemukan serta memahami petunjuk Allah di bidang aqidah, akhlak, dan ibadah.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas berbagai aspek mengenai tafsir. Seperti definisi dari tafsir baik secara etimologis dan terminologis. Kemudian, sejarah perkembangan ilmu tafsir yang dimulai dari zaman Nabi, Sahabat, dan Tabi’in hingga sekarang ini. Selain itu, juga akan dibahas mengenai bentuk dan metode tafsir, perbedaan antara tafsir dan ta’wil, serta manfaat dari tafsir dan ilmu tafsir.Hal-hal tersebut diatas akan dibahas di dalam makalah ini secara ringkas dan berdasarkan sumber-sumber yang ada.


Manajemen Pendidikan Islam



Manajemen Pendidikan Islam

1.    Manajemen Pendidikan Islam menurut Ramayulis dan Hasan Langgulung
·      Manajemen Pendidikan Islam menurut Ramayulis
Menurut Ramayulis Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadis melalui kegiatan bimbingan pengajaran latihan serta penggunaan pengalaman.
Ramayulis menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al Qur’an seperti firman Allah SWT :
Artinya : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Dengan demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimana dinyatakan Ramayulis adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.

UU No 20 Tahun 2003 Pasal 45 ayat 1



UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, BAB XII Sarana dan Prasarana Pendidikan Pasal 45 Ayat 1

Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan  sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik

Penafsiran
Dari bunyi pasal 45 Ayat 1, dapat kita pahami bahwa setiap satuan pendidikan baik itu formal ( seperti SD, SMP, SMA, PT dan lain-lain ) maupun nonformal ( seperti lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim dan lain-lain ) menyediakan sarana prasarana untuk memenuhi keperluan pendidikan. Sarana dan prasarana tersebut bisa berupa ruangan belajar, tempat ibadah, atau alat-alat pendukung pembelajaran- seperti white board, spidol, laptop, LCD Proyektor dan lain-lain-.
Secara kontekstual bisa dipahami bahwa penyedia sarana dan prasarana tersebut adalah satuan pendidikan itu sendiri. Akan tetapi, dana yang digunakan untuk menyediakan sarana dan prasarana tersebut, bisa berasal dari pemerintah maupun masyarakat. Untuk jenjang sekolah dasar ( SD dan SMP ) dana yang digunakan untuk sarana dan prasarana berasal dari pemerintah. Sedangkan sekolah menengah dan tinggi dana untuk sarana dan prasarana berasal dari satuan pendidikan itu sendiri yang biasanya dari uang SPP, ekstrakurikuler, masyarakat, organisasi, dan pengajuan proposal kepada pemerintah.


Sejarah Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kedatangan bangsa barat memang telah membawa kemauan teknologi, tetapi kemajuan teknologi tersebut bukan dinikmati penduduk pribumi. Tujuan mereka hanyalah untuk meningkatkan hasil penjajahannya. Begitu pula halnya dengan pendidikan, mereka telah memperkenalkan sistem dan metodologi baru, dan tentu saja lebih efektif. Namun, semua itu dilakukan sekedar untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang dapat membantu segala kepentingan penjajah dengan imbalan yang murah sekali dibandingkan dengan jika mereka harus mendatangkan tenaga dari barat.[1]
Kenyataannya, Belanda sebagai penjajah benar-benar mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya, dengan memeras tenaga, sumber alam, dan sebagainya, sementara di pihak lain juga diadakan semacam pembodohan terhadap penduduk pribumi. Karena itu, Belanda tidak seperti Inggris dan Jepang. Meskipun Inggris kolonialis, mereka tidak mengesampingkan kemajuan pendidikan masyarakat pribumi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa negara jajahan Inggris, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong.[2]
Adapun yang mereka sebut pembaharuan pendidikan adalah westernisasi dan kristenisasi, yaitu kepentingan Barat dan Nasrani. Dua motif inilah yang mewarnai kebjaksanaan pemerintah Hindia Belanda di Indonesia yang berlangsung selama 3,5 abad.[3]

Jumat, 10 April 2015

UN BERBASIS KOMPUTER ?



Ujian Nasional (UN) atau sering disebut dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) merupakan salah satu evaluasi belajar yang diterapkan di Indonesia. Ujian ini dilakukan ketika siswa berada di kelas akhir suatu jenjang pendidikan, yakni kelas enam pada SD/sederajat, IX pada SMP/sederajat, dan XII pada SMA/sederajat. Sehingga Ujian Nasional sering disebut sebagai penentu kelulusan.

Seiring waktu, pemerintah terus mengembangkan pelaksanaan Ujian Nasional ini. Seperti halnya jumlah paket soal yang berubah dari waktu ke waktu. Bisa diakatakan, jumlah paket soal yang digunakan dalam UN ini merupakan pengembangan yang paling dirasakan oleh pihak sekolah maupun masyarakat umum. Pada awalnya paket soal yang digunakan yaitu dua paket. Kemudian untuk angkatan 2012/2013 paket soal yang digunakan yaitu lima paket. Lalu bertambah lagi menjadi 20 paket soal untuk angkatan 2013/2014 dan 2014/2015. Sedangkan sekarang  untuk angkatan 2015/2016, paket soal yang digunakan berjumlah lima paket soal.

Selasa, 07 April 2015

About My Self




Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua
Bagaimana kabarnya kawan-kawan ? Semoga tetap dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Sudah tanya kabar tapi kok belum perkenalan ya ? Jadi, perkenalkan nama saya febrina Chaerani. Kawan-kawan bisa memanggil saya febri, rina, rani, chae, atau bina. Tapi, kalau misalkan kawn-kawan punya nama panggilan khusus untuk saya, boleh-boleh aja lah, yang penting namanya yang bagus-bagus aja ya..!!
Saat ini, saya sedang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam. Meskipun, memiliki label “anak agama”, tetapi bisa dikatakan pengetahuan agama saya masih sangat minim. Oleh karena itu, mohon maaf jika suatu saat nanti saya memberikan jawaban yang kurang memuaskan ketika kawan-kawan bertanya seputar agama. Pada intinya, di dalam blog ini kita saling tukar informasi. Jadi, bukan hanya saya yang berbagi informasi, tetapi kawan-kawan juga bisa berbagi informasi.
Selain nama, kawan-kawan juga harus tahu tempat dan tanggal lahir saya, supaya nanti kawan-kawan bisa mengucapkan selamat di hari ulang tahun saya,..hehe. saya lahir pada tanggal 10 Februari 1996 di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dari tanggal lahir saya ini, kawan-kawan pasti sudah bisa menebak berupa umur saya dan semester yang sedang ditempuh ketika saya menulis postingan ini. Tetapi, ada satu hal yang harus kawan-kawan ingat, saya lebih muda satu tahun dibanding teman-teman satu angkatan saya. Jadi, sekarang saya semster berapa coba ? Yap, betul sekali. Ditahun 2015 ini saya sedang menempuh semester empat mendekati semester lima. Do’akan ya, semoga saya cepat lulus.