Manajemen Pendidikan Islam
1.
Manajemen
Pendidikan Islam menurut Ramayulis dan Hasan Langgulung
·
Manajemen
Pendidikan Islam menurut Ramayulis
Menurut
Ramayulis Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani bertakwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam
dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadis melalui kegiatan
bimbingan pengajaran latihan serta penggunaan pengalaman.
Ramayulis
menyatakan bahwa pengertian manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini
merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al
Qur’an seperti firman Allah SWT :
Artinya
: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya
dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Dengan
demikian maka yang disebut dengan manajemen pendidikan Islam sebagaimana
dinyatakan Ramayulis adalah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki
(umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun
lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara
efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan
baik di dunia maupun di akhirat.
·
Manajemen
Pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung
Hasan Langgulung mengatakan bahwa dalam bahasa Arab terdapat
beberapa istilah yang mengandung makna pendidikan, yaitu ta’lim, tarbiyyah dan
ta’dib. Hasan Langgulung lebih cenderung menggunakan kata ta’dib untuk
menggambarkan muatan pendidikan. Beliau memberikan penjelasan mengenai makna
pendidikan yang tercermin dalam kata ta’dib yaitu,. Pertama, pemindahan
nilai-nilai, budaya, pengetahuan dari seseorang kepada orang lain, atau dari
satu generasi kepada generasi berikutnya. Kedua, pendidikan adalah
pelatihan. Ketiga, pendidikan adalah penanaman nilai.
Dari tiga makna pendidikan yang tercermin dari kata ta’dib seperti disebutkan
Hasan Langgulung di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam yang
dimaksud adalah proses yang ditujukan agar seseorang (anak didik) mengetahui
ajaran Islam, menghayati nilai-nilainya dan menjalankan dalam kehidupan
sehari-hari, dengan sumber utama al-Qur’an dan Sunnah.
Manajemen
pendidikan Islam memiliki banyak
kesamaan dengan menajemen pendidikan secara umum. Hanya saja manajemen
pendidikan Islam lebih fokus dalam teori Islam serta mengandung berbagai prinsip
umum. Jadi, pengertian manajemen pendidikan Islam merupakan gabungan dari
pengertian manajemen dan pendidikan Islam.
Berdasarkan
uraian diatas, dapat diketahui bahwa pendapat Ramayulis dan Hasan Langgulung
mengenai manajemen pendidikan Islam tidaklah berbeda. Keduanya sama-sama
berpendapat bahwa manajemen pendidikan Islam bertujuan untuk mencapai
kesejahteraan di dunia dan akhirat serta terbentuknya akhlak mulia pada peserta
didik. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti diantara
pendapat keduanya.
Menurut
pendapat saya, pendapat dua ahli tersebut suadah sangat memenuhi apa yang
dibutuhkan dalam manajemen pendidikan Islam. Dimana pengkajiannya, bukan hanya
dari kurikulum, apalagi hanya metode mengajar dan melepaskan masalah ideologi
Islam. Jadi, manajemen pendidikan Islam,
tidak hanya me-manage apa yang akan dilaksanakan peserta didik di dalam
proses pembelajaran yang bertujuan memebentuk akhlak mulia. Akan tetapi juga
me-manage kebutuhan untuk kehidupan akhirat mereka.
Sehingga,
bisa dikatakan bahwa manajemen pendidikan Islam ini merupakan manajemen ideal
yang dapat digunakan untuk mengelola kelas. Mengapa dikatakan demikian ? Karena
manajemen pendidikan Islam tidak hanya memasukkan nilai-nilai kebaikan
perilaku, tetapi juga nilai-nilai keagamaan yang mengantarkan kepada
kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
2.
Prinsip
manajemen pendidikan Islam menurut para ahli :
Hasan Langgulung berpendapat bahwa prinsip-prinsip manajemen
lembaga pendidikan Islam yaitu :
· Iman dan Akhlak
· Keadilan dan Persamaan
· Musyawarah
· Pembagian Kerja dan Tugas
· Berpegang Pada Fungsi Manajemen
· Pergaulan dan Keikhlasan
Sedangkan menurut Ramayulis, prinsip-prinsip manajemen lembaga
pendidikan Islam yaitu :
· Ikhlas
· Jujur
· Amanah
· Adil
· Tanggung Jawab
· Dinamis
· Praktis
· Fleksibel
Pada dasarnya pendapat Hasan Langgulung dan Ramayulis tentang
prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama
memasukkan perkembangan akhlak dalam prinsip manajemen pendidikan Islam.
Perkembangan akhlak tersebut meliputi ikhlas, adil, jujur, tanggung jawab,
amanah, dan lain-lain.
Akan tetapi ada pula sedikit perbedaan diantara pendapat keduanya.
Perbedan ini terlihat dalam pendapat Hasan Langgulung yang memasukkan Iman
sebagai salah satu prinsip manajemen pendidikan Islam. Sehingga, manajemen
pendidikan Islam tidak hanya menekankan pada akhlak tetapi juga ke-Imanan.
Sedangkan Ramayulis tidak berpendapat demikian. Beliau hanya menyebutkan
berbagai perkembangan akhlak dalam prinsip manajemen pendidikan Islam tanpa
memasukkan adanya ke-Imanan. Sehingga, dapat diketahui bahwa Ramayulis hanya
menekankan pada akhlak bukan pada ke-Imanan.
Menurut saya, pendapat Hasan Langgulung tentang prinsip-prinsip
manajemen pendidikan Islam sudah sangat lengkap dan sesuai dengan pendidikan
Islam. Mengapa saya berpendapat demikian ? Karena Hasan Langgulung tidak hanya
memasukkan akhlak ke dalam prinsip manajemen pendidikan Islam, tetapi juga Iman
termasuk di dalamnya. Seperti yang kita ketahui bahwa, pendidikan Islam tidak
hanya bertujuan untuk mengubah akhlak peseta didik, tetapi juga menguatkan
ke-imanan mereka. Hal ini, bisa diwujudkan dalam manajemen pendidikan Islam
yang mengacu pada akhlak dan juga iman.
Pendapat kedua yakni pendapat Ramayulis. Menurut saya, pendapat
Ramayulis ini kurang lengkap, karena dalam pendidikan Islam perkembangan akhlak
saja tidak cukup akan tetapi juga termasuk iman di dalamnya. Bisa dibayangkan
jika peserta didik hanya memiliki akhlak yang baik tetapi memiliki iman yang
lemah. Tentu saja akan terjadi ketimpangan antara perilaku dan hati nurani.
Misalkan saja, seorang anak yang memiliki sifat jujur, amanah, serta
akhlak-akhlak baik lainnya melakukan bunuh diri karena ia tidak lulus Ujian
Nasional. Hal ini tentu disebabkan karena kurangnya iman di dalam hati anak
tersebut.
Sumber
Fakhruddin, Agus, “Prinsip-Prinsip Manajemen Pendidikan Islam Dalam
Konteks Sekolah”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Fakultas Pendidikan dan
Ilmu Pengetahuan Sosial UPI, 2011.
Hasanudin, “Konsep Manajemen Pendidikan Agama Islam Dalam
Perspektif Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr”, Tesis, Program Pasca Sarjana IAIN
Syekh Nurjati Cirebon, 2012.
Karwadi, “Tujuan Pendidikan Islam Dalam Pemikiran
Hasan Langgulung”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiya UIN
Sunan Kalijaga, 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar