Satu Detik Berjuta Cerita,
Entah darimana kata-kata ini berasal, apakah bisa disebut sebagai kata mutiara atau hanya kumpulan kata-kata tanpa makna. Kalimat ini muncul tiba-tiba di pagi hari tadi, saat pemandangan tidak mengenakkan ada di depan mata. Bagaimana tidak, aku melihat seseorang berlumuran darah dan dikerubuti banyak orang. Bukan hanya itu aku juga melihat sepeda motor orang tersebut tergeletak hancur bak dijatuhkan dari ketinggian. Apakah orang itu mengalami kecelakaan dengan motornya? tidak, Apakah dia korban tabrak lari? tidak juga. Lalu? Awalnya juga sempat membuatku bingung, tapi pada akhirnya aku paham akan apa yang terjadi.
Orang itu adalah tersangka atau pelaku pencurian. Sungguh tidak diduga memang, aku memahami situasi tersebut ketika aku bertanya dengan temanku yang ada di lokasi kejadian. Selain itu ada satu hal juga yang mampu memverifikasi bahwa ia benar-benar seorang pelaku kriminal, yaitu ketika tiba-tiba seseorang datang dan tanpa segan memecutinya dengan sebatang kayu tipis. Pasti sakit rasanya, bagaimana tidak? seorang pencuri dengan tato penuh di tubuh sampai menangis merintih memohon ampun. Apakah memang harus seperti itu menghakimi seorang maling/pencuri?
Dari cerita itulah aku berpikir, pencuri itu menangis merintih kesakitan karena diamuk masa, apakah ia memiliki istri dan anak? Jika ya, apa yang mereka lakukan ketika tulang punggun mereka tengah menanggun rasa sakit dan malu tentunya. Apa yang sedang dilakukan orang tua si pencuri, apa yang sedang dilakukan teman-teman rekan sesama pencuri?, apa yang dilakukan orang yang menjadi korban si pencuri, apa yang dilakukan polisi sang penegak hukum?, apa yang dilakukan orang-orang yang bahkan tidak tahu menahu tentang kasus ini?. Ternyata di detik ketika si pencuri menangis karena dipecuti, ada jutaan kisah yang sedang berjalan, beriringan, bahkan ada yang saling bersinggungan, saling meneruskan.
Selalu ada cerita gembira dibalik cerita sedih, selalu ada cerita memilukan dibalik cerita memalukan, selalu ada cerita-cerita menghiasi di setiap detik waktu. Jikalaupun setiap cerita di dunia dalam detik perdetik ditulis dengan air laut sebagai tintanya, sepertinya tidak akan cukup.
Selalu ada kisah di setiap detik, bahkan walau hanya bermalasan akan selalu ada cerita di detik itu. Itulah mengapa satu detik dikatakan sangatlah berharga, bagi siapapun dan dimanapun. Karena satu detik menyimpan berjuta cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar