DRAMA SI MUKA DUA
Kali
ini aku akan bercerita mengenai “muka dua”. Di depan sang majikan ia seperti
orang terbaik yang pernah ada, orang yang selalu ingin memperbaiki diri. Akan
tetapi di belakang sang majikan ? who know’s, ternyata ia adalah orang terburuk
yang pernah ada. Aku benci orang seperti itu, amat sangat benci. Ada beberapa
orang yang seprti itu di sini dan sialnya akulah yang menjadi penonton akan
semua drama itu. Aku hanya diam mengamati dan menebak-nebak apa akhir dari drama
itu. Sejauh yang aku tonton, sang majikan masih belum tahu bahkan terkesan
sangat percaya dengan si muka dua. Sebenarnya aku bosan, namun sayang aku diharuskan menonton drama itu. Karena
ini bukanlah sekedar drama yang bisa diskip ketika sang penonton bosan. Ini
adalah drama kehidupan di depan mata, yang apabila aku tak ingin menontonnya
maka aku harus menutup mata. Padahal aku tak bisa apa-apa ketika mata tertutup,
sungguh sangat disayangkan.